Entri Populer

Senin, 03 Januari 2011

DEPRESAN

Obat Penenang [depresan]
Apakah obat penenang itu?
Obat penenang adalah depresan yang tergolong pada kelompok obat yang disebut 'benzodiazepine'. Obat-obat ini diresepkan oleh para dokter untuk mengurangi stres, kecemasan, untuk membantu orang tidur dan kegunaan kedokteran lainnya. Biasanya obat-obat ini berbentuk kapsul atau tablet. Beberapa orang menyalahgunakan obat penenang karena efeknya yang memabukkan.
Berbagai nama lainnya: Valium, Rohypnol, Mogadon, Librium, Lexotan, Ativan, BK, Koplo, pil anjing dll.
Di Indonesia beberapa obat penenang, khususnya yang dibeli di jalanan, dibuat secara ilegal. Berarti bahwa bahan-bahan pembuat pil serta kemurniannya tidak dapat dikontrol. Hal ini berbahaya karena meningkatkan kemungkinan bahwa si pemakai telah menelan bahan-bahan yang akan menimbulkan pengaruh buruk.
Pengaruh obat penenang terhadap tiap orang berbeda-beda tergantung besarnya dosis, berat tubuh, umur seseorang, bagaimana obat tersebut dipakai dan suasana hati si pemakai.
Apakah pengaruh langsung pemakaian obat penenang?
 Relaksasi/rasa santai.
 Pusing dan bingung.
 Berbicara tidak jelas atau tergagap.
 Pandangan kabur dan berbayang.
 Hilangnya daya ingat jangka pendek.
 Mabuk yang serupa dengan mabuk alkohol.
Pemakaian dosis tinggi dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran atau koma.
Apa saja akibat jangka panjang pemakaiannya?
 Peningkatan berat badan.
 Sulit tidur.
 Nafsu makan lebih besar.
 Kehilangan ingatan.
 Sulit berpikir.
 Perubahan kepribadian.
 Gangguan seksual.
 Gangguan menstruasi pada wanita.
Pemakaian dosis tinggi setelah beberapa waktu dapat mengakibatkan kebingungan, kurangnya koordinasi, depresi dan bicara pelo.
Ketergantungan
Ketergantungan fisik dan psikologis dapat timbul setelah beberapa bulan pemakaian obat penenang. Pemakai yang tergantung secara psikologis merasa bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa obat penenang. Ketergantungan fisik timbul ketika tubuh seorang pemakai menyesuaikan diri dengan obat penenang.
Kecelakaan lalu lintas
Mengendarai kendaraan bermotor setelah menelan obat penenang sangat berbahaya. Obat penenang merusak penilaian dan mengurangi konsentrasi serta koordinasi. Lebih berbahaya lagi bila obat penenang ditelan bersamaan dengan alkohol atau obat-obat lain.
Kehamilan
Obat penenang yang dipakai dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Gangguan kemampuan belajar pada anak-anak dapat dikaitkan dengan pemakaian obat penenang. Obat penenang juga dapat diteruskan dari ibu ke bayinya melalui air susu ibu.
Mencampur Obat
Memakai obat penenang bersama dengan obat-obatan lain, termasuk alkohol, sangat berbahaya. Pengaruh obat meningkat dan kemungkinan akan menimbulkan pengaruh-pengaruh negatif yang tidak dapat diperkirakan, termasuk kematian.
Menangani masalah
Obat penenang kelihatannya dapat membuat sepertinya masalah-masalah hilang. Tetapi ketika si pemakai berhenti memakai obat penenang, masalah-masalah tetap ada dan dalam banyak kasus hanya akan bertambah parah karena sekarang pemakai menjadi kecanduan.
Ada banyak cara untuk menangani stres dan kecemasan tanpa memakai obat penenang.
 Diet yang sehat.
 Olahraga.
 Berbicara dengan seorang yang kamu percaya.
 Cari hobi/kegiatan di waktu luang.
Downers (depresan) menurunkan fungsi pusat sistem syaraf secara keseluruhan dan pada akhirnya memberi efek sedasi, relaksasi otot, membuat penggunanya mengantuk, dan bahkan koma (bila digunakan berlebihan). Tidak seperti uppers, yang biasanya bekerja melalui pelepasan dan perangsangan zat-zat kimia syaraf perangsang alami tubuh, obat-obatan atau narkoba yang masuk dalam kelompok depresan memproduksi efek mereka melalui serangkaian proses biokimiawi pada berbagai tempat di otak dan tulang punggung.
Beberapa depresan meniru cara kerja alami transmisi syaraf tubuh yang biasanya memberi rasa mengantuk atau inhibisi (misalnya endorfin, enkephalin, GABA), sementara yang lainnya langsung menekan/menurunkan area stimulator di otak. Tetapi ada juga yang bekerja dalam cara yang hingga kini belum dapat dipahami oleh para ilmuwan. Karena adanya variasi-variasi ini, depresan dikelompokkan menjadi beberapa kelas lagi berdasarkan penggunaan medisnya, kimianya, dan klasifikasi legalnya.
Dosis yang kecil memperlambat detak jantung dan pernafasan, menurunkan energi dan koordinasi otot, dan menumpulkan panca indera. Downers, khususnya opiat, dapat menyebabakan sembelit, mual, dan disfungsi seksual. Awalnya, dosis yang kecil dapat berfungsi seperti stimulan karena menurunkan inhibisi, tetapi dengan semakin banyak pemakaian dan semakin besar dosis yang dipakai, efek depresan secara menyeluruh mulai mendominasi, menumpulkan pikiran dan melambatkan tubuh. Jenis Downers tertentu juga dapat memunculkan eforia, atau suatu perasaan nyaman dan tenang.
Opium, Heroin, Kodein, Metadon, Percodan, Dilaudid, Demerol, dll. Barbiturat dan Benzodiazepine ( Valium, Librium, Xanax ), doriden, dll. Bir, anggur ( wine ), whisky, dan minuman campuran. Obat-Obatan lain yang juga digunakan sebagai downers adalah antihistamine, relaksan kerangka otot, dan bromide.
Opiat seperti heroin, morfin, dan kodein disuling dari opium poppy. Opioid seperti Demerol dan Davrol bersifat sintetis, diproduksi untuk meniru efek dari opat-opiat natural. Opiat dan Opioid dikembangkan sebagai penawar rasa sakit yang akut, mengobati diare, batuk, dan sejumlah penyakit lainnya. Kebanyakan penggunaan ilegal adalah untuk mendapatkan efek eforia, untuk menghindari rasa sakit, dan untuk menghindari terjadinya gejala putus obat yang menyakitkan.
Sedativa hipnotika merepresentasikan sejumlah besar zat kimia sintetisyang dikembangkan untuk merawat kegelisahan dan insomnia. Jenis yang pertama kali dibuat, barbiturat, dikembangkan pada tahun 1864 oleh Dr. Adolph Von Bayer. Sejak saat itu, ribuan mecam sedativa hipnotika berbeda seperti Valium, Doriden, Quaalude telah diciptakan. Semuanya memiliki efek samping yang beracun dan kecenderungan terjadinya ketergantungan sel-sel tubuh.
Alkohol, suatu produk natural dari gula tanaman atau kanji/zat tepung yang difermentasikan, mungkin merupakan obat psikoaktif tertua di dunia. Alkohol telah digunakan untuk berbagai penyembuhan medis, dari mensterilkan luka sampai mengurangi risiko serangan jantung. Alkohol juga telah digunakan untuk mengurangi stress dan menstimulasi seksualitas. Alkohol juga merupakan jenis obat paling menghancurkan di seluruh dunia dalam arti akibat-akibat buruknya bagi kesehatan, seperti sirosis pada liver, deteriorasi (kemerosotan) mental, ulcer (borok), impotensi; dan konsekwensi sosialnya, seperti kekerasan, kriminalitas, masalah-masalah yang berhubungan dengan perkawinan, absenteisme (ketidakhadiran), dan kecelakaan mobil. Di Amerika Serikat, misalnya, diperkirakan ada sekitar 15 juta alkoholik aktif atau preminum yang bermasalah. 4 Kelas minor depresan lainnya adalah skeletal muscle relaxants (relaksan kerangka otot), antihistamin, "sedative yang dijual bebas", dan obat-obatan lain yang mirip sedatif.
Relaksan kerangka otot yang bekerja terpusat ini sebenarnya merupakan depresan pusat sistem syaraf yang dikembangkan secara sintetis dan ditujukan pada area-area otak yang mengatur koordinasi dan aktivitas otot. Jenis obat ini digunakan untuk mengatasi ketegangan dan rasa sakit pada otot. Meskipun penyalahgunaan obat jenis ini jarang ditemukan, efek downer obat ini yang menyeluruh pada semua bagian pusat sistem syaraf menimbulkan reaksi yang menyerupai depresan lain yang sering disalahgunakan.
Antihistamin adalah obat-obatan sintetis, yang dikembangkan sekitar rahun 1930-1n dan 1940-an untuk mengatasi alergi, ulcer (borok), shock, bintik-bintik merah (gatal-gatal), mabuk kendaraan (motion sickness), dan bahkan gejala-gejala dari Penyakit Parkinson's (Parkinson's Disease). Selain menghambat pelepasan histamine, jenis obat ini menyeberangi rintangan/batasan darah-otak sehingga menimbulkan efek samping yang sangat kuat yang seringkali muncul, yaitu depresi (penurunan) pusat sistem syaraf, yang mengakibatkan orang yang mengonsumsinya jadi mengantuk. Ini menyebabkan antihistamin kadang-kadang dicari dan disalahgunakan oleh orang-orang yang ingin merasakan efek depresannya.
Yang termasuk jenis ini adalah obat-obatan seperti Vick's Formula 44, Antimo, Neozep, dll yang dijual secara bebas dan legal di apotek dan toko-toko, tanpa memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya. Banyak merk obat yang telah dipasarkan sebagi obat tidur atau sedativa selama bertahun-tahun. Sedativa jenis ini, pertama kali digunakan sebagai depresan selama tahun 1880-an. Scopolamine dosis rendah, Antihistamin, Salisilat (bentuk alami dari aspirin), salisilamid, derivatif bromide, dan bahkan alkohol mengangkat komponen penenang aktif yang ada dalam obat-obatan ini. Seperti obat-obatan downer lainnya, produk-produk ini terkadang juga disalahgunakan karena efek depresannya.
Apa saja jenis narkoba ?OBAT-OBATAN MENYERUPAI SE
Pada dasarnya narkoba digolongkan dalam 4 kelompok, yaitu: 1). Narkotika, terutama opiat atau candu, 2). Halusinogenik, misalnya ganja atau marijuana, 3). Stimulan, misalnya ecstasy dan shabu-shabu, 4). Depresan, misalnya obat penenang.

Masing-masing kelompok mempunyai pengaruh tersendiri terhadap tubuh dan jiwa penggunanya. Opiat, yang menghasilkan heroin atau “putauw” menimbulkan perasaan seperti melayang dan perasaan enak atau senang luar biasa, yang disebut euforia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan dapat menyebabkan kematian.
bahan yang tergolong depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Depresan atau yang biasa disebut obat penenang, dibuat secara ilmiah di laboratorium. Berdasarkan indikasi yang benar, obat ini banyak digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya.
Pengguna depresan atau obat penenang merasa lebih tenang sehingga lebih berani melakukan hubungan seksual, bahkan dengan siapa saja. Karena itu mereka beranggapan fungsi seksualnya lebih baik setelah menggunakan depresan. Jadi pengakuan mereka sebenarnya adalah pengakuan palsu yang tidak mereka ketahui. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah proses gangguan fungsi seksual dan reproduksi. Di samping itu, tentu mereka akan mengalami ketergantungan terhadap narkoba dengan segala akibat buruknya, sampai pada kematian.
Jenis Narkoba menurut efeknya
Dari efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:
Salah satunya yakni Depresan, Depresan yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda,dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.


Depresan Saraf Pusat

Berikut adalah daftar obat-obatan Depresan Sistem Saraf Pusat Daftar obat-obatan ini merupakan update terbaru.

Amitripthylin
Nama Dagang Amitripthylin
Golongan Neuroleptikum/Trankuilizer,Minor
Isi 25 mg
Komposisi Amitripthyline Hidroclorida
PBF Indo Farma


Analsik
Nama Dagang Analsik
Golongan Analgetikum & Antipyretik
Isi 500 mg
Komposisi Diazepam
PBF Sanbe


Analsik
Nama Dagang Analsik
Golongan Analgetikum & Antipyretik
Isi 2 mg
Komposisi Metampiron
PBF Sanbe


Artane tab
Nama Dagang Artane tab
Golongan Antiparkinson
Isi 2 mg
Komposisi Trihexyphenidil Hcl
PBF Lederle


Ativan 0,5
Nama Dagang Ativan 0,5
Golongan Neuroleptikum/Trankuilizer,Minor
Isi 0,5 mg
Komposisi Loprazepam
PBF Wyeth




Hal ini karena otak manusia demikian hebatnya, sehingga jika orang menggunakan salah satu dari golongan depresan, bisa saja efek halusinasi timbul. Hal ini akibat dari tertekannya fungsi otak bagian tertentu, sehingga bagian otak yang lain menjadi lebih aktif dan halusinasi timbul.
Pil-pil penenang golongan benzodiazepam, menimbulkan efek di otak dengan memengaruhi neurotransmitter GABA yang bertanggung jawab akan sadar-tidaknya manusia dan juga pada reseptor yang mendatangkan rasa nyaman.
Jika pemakaian obat ini diteruskan sampai empat minggu tanpa pengawasan, biasanya setelah dihentikan akan muncul gejala putus zat dan akan berdampak timbulnya toleransi zat, perilaku adiksi pada pengguna.
Pada penggunaan golongan opiat (misal heroin), yang dipengaruhi adalah reseptor di otak yang bertanggung jawab pada timbulnya rasa nyeri, rasa nyaman dan juga reseptor kesadaran.
Pemakaian obat ini selama dua minggu terus-menerus, akan berdampak timbulnya toleransi zat, perilaku adiksi dan gejala putus zat.
Obat penenang (depresan), obat yg mempengaruhi ingatan
mengurangi kesadaran dan intensitas reaksi terhadap rangasangan sekelilingnya,
contoh : alkohol, anestesi, barbiturat, opium

ALKOHOL
Minuman-minuman alkohol mengandung obat yang bernama ethanol. Alkohol adalah obat yang kuat sebagai depresan dan bukan stimulan seperti yang diperkirakan banyak orang. Alkohol memperlambat aktifitas di beberapa bagian otak dan sistem syaraf.

Meminum alkohol dalam dalam jumlah besar dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan, sakit kepala, rasa mual, gemetar dan muntah-muntah. Karena alkohol mempengaruhi penilaian, konsentrasi, penglihatan dan koordinasi, minum alkohol sangat biasa menyebabkan kecelakaan, terutama kecelakaan mobil dan mati tenggelam. Alkohol dapat mematikan dengan mengganggu kendali otak terhadap pernafasan, tetapi biasanya orang pingsan sebelum hal ini terjadi.

Siapa saja yang meminum banyak alkohol, secara teratur, dalam jangka waktu tertentu, kemungkinan besar akan mengalami beberapa masalah fisik, emosional dan sosial yang berkaitan dengan alkohol. Kerusakan terhadap beberapa organ tubuh dapat terjadi dan permanen.
Akibat-akibat yang tejadi karena menggabungkan obat-obatan yang berbeda tidak bisa diperkirakan, Mencampur alkohol dengan obat-obatan lain dapat meningkatkan pengaruh dari semua obat-obatan yang dipakai. Meminum alkohol bersamaan dengan obat-obatan depresan lainnya seperti obat penenang, obat tidur atau ganja dapat berakibat fatal karena sistem syaraf pusat dibanjiri oleh depresan yang dapat mematikan kerja otak dan jantung. Termasuk depresan, efek terhadap otak, tak sadar, maupun tak sensitive thd rasa sakit.
Efek depresan ( obat penenang ) ;
Depresan atau lebih dikenal sebagai obat penenang akan mengganggu metabolisme hormone testosteron jika digunakan secara berlebihan,
For man: Mengakibatkan penurunan dorongan seksual dan disfungsi ereksi. Kalo akibat ini timbul, justru bukan ketenangan yang didapat, melainkan menjadi semakin gelisah dan kecewa.
For woman: Terjadi angguan menstruasi, menurunnya dorongan seksual dan mengalami hambatan dalam mencapai orgasme.

Obat depresi/ antidepresan/ anti depresi adalah obat yang digunakan untuk membantu orang yang mengalami depresi. Banyak orang depresi membaik dengan pengobatan obat-obat depresi yang ada.

Bagaimana oat depresi / antidepresan bekerja ?
Sebagian besar antidepressant dipercaya bekerja dengan memperlambat pembuangan suatu zat-zat kimia di dalam otak. Zat kimia ini disebut neurotransmitter. Neurotransmiter dibutuhkan untuk fungsi normal otak. Antidepresan membantu orang depresi dengan memperbanyak zat kimia alami yang tersedia di dalam otak.



Gambar; Otak penderita depresi

Berapa lama harus minum obat depresi ?
Antidepresan umumnya diminum selama 4 hingga 6 bulan. Pada beberapa kasus, pasien dan dokternya memutuskan untuk menggunkan antidepresan lebih lama.

Golongan obat depresi / antidepresan
Antidepresan digolongkan berdasrkan zat kimia di otak yang dipengaruhinya.
Obat depresi terbagi dalam golongan sebagai berikut :
1. Golongan penghambat pelepasan selektif Serotonin
Citalopram, Fluoxetine, Paroxetine, Sertraline, Fluvoxamine. Golongan obat depresi ini lebih sedikit efek sampingnya disbanding yang lain. Efek samping dari obat ini dalah mulut kering, mual, kecemasan, insomnia, masalah seksual dan sakit kepala.
2. Golongan Trisiklik
Amitriptyline, Imipramine, Nortriptyline, Clomitramine. Obat depresi golongan ini biasanya menyebabkan mulut kering, tremor ringan, detak jantung cepat, konstipasi, mengantuk, dan bertambah berat badan. Khususnya pada penderita yang lebih tua, dapat menyebabkan kebingungan, menjadi lambat atau terhenti sewaktu berkemih, pingsan bila tekanan darah rendah, dan koma. Pada pria dapat mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi, atau gagal ejakulasi. Golongan ini sangat berbahaya bila overdosis.
3. Golongan penghambat pelepasan Serotonin dan Norepineprin
Venlafaxine, Duloxetine. Efek samping mirip dengan golongan penghambat pelepasan selektif Serotonin, tetapi Venlafaxine tidak direkomendasikan pada penderita tekanan darah tinggi.
4. Golongan penghambat pelepasan Norepineprin dan Dopamin
Bupropion, belum tersedia di Indonesia.
5. Golongan kombinasi penghambat pelepasan dan reseptor blocker
Trazodone dan Nefazodone, belum tersedia di Indonesia, tetapi Maprotiline dan Mirtazpine sudah tersedia.
6. Golongan penghambat Monoamin oksidase Moclobemide
Golongan ini sudah jarang diresepkan sekarang ini. Golongan ini dapat menyebabakan tekanan darah tinggi yang berbahaya jika anda makanan yang mengandung Tyramine. Jika anda setuju untuk minum obat golongan obat ini dokter anda akan memberikan daftar makanan yang harus dihindari.
7. Golongan Tetrasiklik
Amoxapine, maprotiline.
8. Lainnya ; Tianeptine, mempunyai struktur mirip trisiklik dan bekerja dengan meningkatkan pengambilan serotonin secara selektif.
Jika anda mempunyai masalah detak jantung, ada baiknya anda tidak minum semua golongan antidepresan.

Apakah antidepresan mempengaruhi pengobatan atau obat lainnya ?
Antidepresan dapat memberikan efek pada banyak obat lainnya. Jika anda ingin minum obat depresi, beritahu dokter anda tentang semua obat yang anda konsumsi termasuk obat OTC dan suplemen. Tanyakan ke dokter anda jika nada minum obat tertentu secara teratur apakah dapat menimbulkan masalah bila dikombinasi dengan antidepresan.

1 komentar: